26 February 2010

21 February 2010

SEMINAR Mars & Venus

Majlis Penghargaan Guru



Salam. Utk pmbikinan multimedia utk Majlis Penghargaan Guru yg bakal berlansung, ana harap dpt kerjasama antum berkenaan gambar antum ngan ipt masing2 (sila rujuk mail ana kt yahoo group). Lebih awal ana dpt, lebih cepat ana boleh siapkan. Semoga rancangan kita ini mendapat keizinan-Nya.

Jzkk utk segala kerjasama antum.


P/S: text dekat bahagian bawah pic diatas hanyalah hiasan semata2.

17 February 2010

15 February 2010

HIJRAH KEPADA MANUSIA HEBAT!


bismillah
assalamualaikum wmt wbt

video

terdiam seketika bila melihat status teman dari UK di facebook;

perubahan ke arah kebaikan yang lebih Islamik bukan pilihan tapi KEMESTIAN. Nak masuk ke syurga untuk bersama dgn orang hebat spt Rasulullah saw, anbiya', Khadijah, Abu Bakr dan para sahabat yang lain. Kalau kita tak sehebat mereka, tiada istilah syurga kos rendah atau syurga setinggan. Tidak ke syurga, NERAKA lah jawabnya.

rumusan yang diberikan oleh Ustaz Hasrizal dalam video di atas;

saya kira soal melaksanakan perubahan bukan satu pilihan tapi dia SATU KEMESTIAN.
cukup sekadar saya katakan bahawa insyaAllah akhir perjalanan kita ialah di syurga Allah SWT.
Siapakah yang akan kita jumpa di syurga?
Kita akan berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar,Uthman,Ali,Nabi Ibrahim, Fatimah,Khadijah
Siapakah mereka itu?
Mereka itu adalah orang-orang yang hebat
Syurga hanya menerima orang-orang yang hebat untuk menyertainya.
Dan kalau sekiranya kita tidak hebat,apakah pilihan yang kita ada?
Kalau tidak berjaya masuk ke Syurga..jangan pula difikirkan nak cari kayu ke buat syurga setinggan
Takde ye..
Kalau tak layak ke syurga, nerekalah jawabnya
Maka kita takde pilihan melainkan menjadi manusia yang hebat.
Allah SWT telah memberikan segala potensi untuk kita menjadi manusia yang hebat.
"Allah telah menjadikan manusia sebaik-baik kejadian" (at-tin:4)
iringi hati saudara/i ketika membaca.baca sekali lagi.
kemudian,
mari kita bersama-sama menilai diri kembali,sekiranya kita merasakan diri kita sudah melaksanakan tanggungjawab "menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran"
maka orang dahulu juga telah melaksanakannya.
setandingkan nilai amal yang kita buat dengan mereka untuk meraih rahmat Allah bagi masuk ke Syurga?
sekiranya kita mengadu letih..adakah umat Islam terdahulu tidak letih?
sekiranya kita mengadu terseksa ketika nak ajak orang buat baik atau mencegah kemungkaran,paling kurang pun kita akan sakit hati lantaran dicaci,diejek,diperli..adakah umat Islam dahulu tidak rasa apa yang kita rasa? Malahan mereka siap dihukum bunuh apabila mengaku kalimah "Tiada Tuhan melainkan Allah".diseksa dengan pelbagai seksaan.
sekiranya,sekiranya,sekiranya..
terlalu banyak sekiranya yang terlintas di minda tatkala muhasabah diri.
dan ketika itu penulis sendiri akur bahawa usaha masih terlalu sedikit.

tidak layak untuk diri mengadu letih,lelah,penat,sakit..

kita harus bangkit!
bila jatuh,bangkit kembali.bangkit.bangkit
pesanan:
hayati kembali sirah perjuangan para sahabat dengan membaca kisah mereka.ambil ruh mereka.bangkitkan semangat yang kian luntur.
salam kebangkitan dari perantauan bumi anbiya',Mesir.

12 February 2010

12-02-2010 : Imam Al-Banna




Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam atas Rasulullah saw, dan orang-orang yang mendukungnya

Allah SWT berfirman:

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلاً

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur. dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya)”. (Al-Ahzab:23)

وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki”. (Al Imran: 169).

Kami ingin menghadirkan peringatan hari syahidnya Hasan Al-Banna, 12 Pebruari tahun 1961, yang kita menyadari bahwa Hasan Al-Banna telah pergi untuk menghadap Tuhannya dengan penuh keridhaan dan diridhai; banyak peluru telah menembus tubuhnya yang selalu menghabiskan waktu malamnya dengan bersujud dihadapan Allah, dan pada siang harinya berjuang di jalan Allah menyusuri pelosok daerah dan kota di Mesir, dari ujung hingga ujung lainnya, namun semangat, manhaj dan pembangunan yang beliau tegakkan tetap membara, dan seiring dengan berjalannya waktu kekokohan dan peraturan kian terus bertambah dan meningkat, Imam Syahid Hasan Al-Banna telah memberikan darahnya yang suci dan bersih sebagai martir dan bahan bakar yang tidak akan pernah putus, namun terus melahirkan para syuhada dan air mata para sajidin (ahli sujud) dihadapan Allah SWT, ketegaran orang-orang yang disiksa di penjara, dan doa jutaan tahanan dan keluarga mereka kepada Allah, Tuhan semesta alam, dan keteguhan orang-orang yang mengorbankan hartanya yang berharga dan jiwanya yang mahal di jalan Allah dalam mempertahankan aqidah, fikrah dan manhaj mereka untuk menggapai ridha Allah, Tuhan semesta alam; karena Allah adalah tujuan mereka, Rasul adalah teladan mereka, jihad adalah jalan mereka, syariat adalah manhaj mereka, dan kematian di jalan Allah adalah cita-cita tertinggi mereka, mereka jujur kepada Allah dan Allah menerima kejujuran mereka.

Beliau memiliki nama yang bernasib baik; beliau telah meletakkan bangunan besar dan menjulang tinggi, menghirup kebaikan dari sirah Nabi saw sebagai manhaj yang jelas dan gamblang untuk melakukan reformasi dan perubahan; guna mencapai tujuan dan misi yang mulia dan suci yaitu bangkitnya umat Islam, menghidupkan kembali kemuliaannya, memulihkan martabat dan kepemimpinannya di seluruh dunia, setelah membebaskan tanah air dan mengembalikan entitas internasional untuk umat ini.

Metode ini telah dibuat langkah-langkahnya, ditentukan karakternya

Bersumber dari firman Allah SWT:

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Ar-Ra’ad:11)

Dan firman Allah:

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“(siksaan) yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri”. (Al-Anfal:53)

Dan firman Allah:

قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ

“Katakanlah, itu datang dari sisi kalian sendiri” (Ali Imran:165)

Dan firman Allah:

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”. (An-Nahl:112)

Beliau menetapkan konsep kerja yang kongkret dan objektif, yang mebuktikan pada hari-hari ini akan kelayakan dan utilitasnya, berbeda dengan kegagalan yang dilakukan oleh kelompok pemilik rencana dan konsep yang premature; konsep yang bermula dengan melakukan perbaikan pada individu, pembentukan rumah tangga Islami, mengarahkan masyarakat kepada yang lebih baik, memerangi kejahatan dan kemungkaran, lalu berlanjut pada kemerdekaan tanah air dari segala dominasi dan hegemoni asing, mereformasi dan memperbaiki pemerintah sehingga mereka mau berjalan sesuai dengan manhaj Islam, dan berakhir pada kembalinya entitas internasional untuk umat Islam dan guru bagi dunia, tanpa melakukan pengawasan satu dengan yang lainnya, bahkan menuju kemanusiaan global seperti yang dibawa oleh Islam.

Imam syahid pada awal dakwah yang memiliki asas dan sebagai rukun padanya “Dari mana kami memulai”?

إِنَّ تَكْوِيْنَ الأُمَمِ، وَتَرْبِيَةَ الشُّعُوْبِ، وَتَحْقِيْقَ الآمَالَ، وَمُنَاصَرَةَ الْمَبَادِئِ؛ تَحْتَاجُ مِنَ الأُمَّةِ الَّتِي تُحَاوِلُ هَذَا أَوْ مِنَ الْفِئَةِ الَّتِي تَدْعُوْ إِلَيْهِ عَلَى الأَقَلِّ إِلَى قُوَّةٍ نَفْسِيَّةٍ عَظِيْمَةٍ، تَتَمَثَّلُ فِي عِدَّةِ أُمُوْرٍ: إِرَادَةٌ قَوِيَّةٌ لاَ يَتَطَرَّقُ إِلَيْهَا ضَعْفٌ، وَوَفَاءٌ ثَابِتٌ لاَ يَعْدُو عَلَيْهِ تُلَوُّنٌ وَلاَ غَدَرٌ، وَتَضْحِيَةٌ عَزِيْزَةٌ لاَ يَحُوْلُ دُوْنَهَا طَمَعٌ وَلاَ بَخْلٌ، وَمَعْرِفَةٌ بِالْمَبْدَأِ وَإِيْمَانٌ بِهِ وَتَقْدِيْرٌ لَهُ، يَعْصِِمُ مِنَ الْخَطَأَ فِيْهِ وَالانْحِرَافِ عَنْهُ وَالمُسَاوَمَةِ عَلَيْهِ وَالْخَدِيْعَةِ بِغَيْرِهِ.. عَلَى هَذِهِ الأَرْكَانِ الأَوَّلِيَّةِ الَّتِي هِيَ مِنْ خُصُوْصِ النُّفُوْسِ وَحْدِهَا، وَعَلىَ هَذِهِ الْقُوَّةِ الرُّوْحِيَّةِ الْهَائِلَةِ تُبْنَى المَبَادِئُ، وَتَتَرَبَّى الأُمَمَ النَّاهِضَةَ، وَتَتَكَوَّنَ الشُّعُوْبَ الَفَتِيَّةَ، وَتَتَجَدَّدَ الْحَيَاةَ فِيْمَنْ حُرِمُوا الْحَيَاةُ زَمَنًا طَوِيْلاً

“Bahwa pembentukan suatu bangsa, pembinaan suatu umat, untuk mewujudkan harapan, menyokong prinsip-prinsipnya; membutuhkan peran dari umat yang berusaha melakukan ini atau suatu kelompok yang menyeru kepadanya, minimal pada kekuatan psikologis yang besar, yang terdiri pada beberapa hal: keinginan yang kuat yang tidak ada kelemahan di dalamnya, keteguhan yang tidak terkontaminasi atau ada pengkhianatan di dalamnya, pengorbanan yang murni yang tidak dihalangi oleh adanya keserakahan dan kekikiran, mengenal tentang prinsip, meyakininya dan menghargainya, terlindung dari kesalahan di dalamnya, tidak ada penyimpangan dan tawar-menawar serta penipuan padanya…. Berbagai rukun yang utama ini merupakan bagian dari karakteristik jiwa itu sendiri, merupakan kekuatan kekuatan spiritual yang luar biasa ini yang mampu membangun dan memperkokoh prinsip-prinsip, dan membina umat untuk bangkit, yang terdiri dari umat dari kalangan muda dan energik, dan memperbaharui hidup dari mereka yang telah begitu lama telah kehilangan semangatnya. “

Setiap bangsa yang kehilangan empat karakter diatas atau setidaknya kehilangan penuntunnya dan penyeru reformasi di dalamnya, akan menjadi bangsa yang miskin dan kacau, tidak akan dapat meraih kebaikan, tidak akan mampu mewujudkan harapan, dan akan terpaku pada kehidupan dalam suasana mimpi, berfantasi dan wahm (praduga).

إِنَّ الظَّنَّ لا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا

“Padahal sesungguhnya praduga itu tidak memberikan kebaikan sedikitpun” (Yunus:36).

Ini adalah hukum Allah dan sunnatullah dalam ciptaan-Nya, dan kita tidak akan menemukan perubahan sedikitpun dari sunnatullah ini

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Ar-Ra’ad:11)

Dan dengan jelas beliau menyatakan bahwa kebangkitan suatu bangsa tidak akan tercapai hanya pada dasar-dasar Islam dan aturan-aturannya, dan inilah yang ditetapkan setelah syhadinya Al-Banna pada keyakinan umat, dan diungkapkan oleh umat Islam pada setiap referendum atau pemilu yang bebas dan adil dengan mendukung proyek Islam.

Imam Al-Banna berkata:

إِذَا كَانَ الإِخْوَانُ الْمُسْلِمُوْنَ يَعْتَقِدُوْنَ أَنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَضَعَ فِي هَذَا الدِّيْنِ الْقَوِيْمِ كُلَّ الأُصُوْلِ اللاَّزِمَةِ لِحَيَاةِ الأُمَمِ وَنَهْضَتِهَا وَإِسْعَادِهَا؛ فَهُمْ يُطَالِبُوْنَ النّاسَ بِأَنْ يَعْمَلُوْا عَلَى أَنْ تَكُوْنَ قَوَاعِدَ الإِسْلاَمَ الأُصُوْلَ الَّتِي تُبْنَى عَلَيْهَا نَهْضَةَ الشَّرِقْ الْحَدِيْثِ فِي كُلِّ شَأْنٍ مِنْ شُئُوْنِ الْحَيَاةِ، وَيَعْتَقِدُوْنَ أَنَّ كُلَّ مَظْهَرٍ مِنْ مَظَاهِرِ النَّهْضَةِ يَتَنَافَى مَعَ قَوَاعَدِ الإِسْلاَمِ وَيَصْطَدِمُ بِأَحْكَامِ الْقُرْآنِ؛ فَهُوَ تَجْرِبَةٌ فَاسِدَةٌ فَاشِلَةٌ، سَتَخْرُجُ مِنْهَا الأُمَّةُ بِتَضْحِيَاتٍ كَبِيْرَةٍ فِي غَيْرِ فَائِدَةٍ

“Jika Ikhwanul Muslimin percaya bahwa Allah yang Maha Kuasa menempatkan agama yang lurus ini semua dasar-dasarnya yang diperlukan untuk kehidupan bangsa, kebangkitan dan kebahagiannya; Maka mereka juga mengajak umat yang lainnya untuk bekerja dengan mengikuti segala aturan-aturan dasar Islam yang dapat membangun kebangkitan timur dalam segala urusan kehidupan, dan mereka percaya bahwa dari setiap aspek kebangkitan yang tidak sesuai dengan aturan Islam dan bertabrakan dengan Al-Quran; maka akan menjadi pengalaman kegagalan dan kenistaan, darinya akan mengeluarkan umat dengan dengan berbagai pengorbanan yang besar bangsa tanpa ada manfaat sama sekali “.

Sungguh telah terbukti pada hari-hari dan peristiwa masa lalu selama lebih dari satu abad, bahwa setiap percobaan suatu kebangkitan yang dilakukan suatu bangsa selalu menemui jalan buntu, dan kita masih saja mencari jalan menuju kemerdekaan yang hakiki, untuk memiliki kehendak yang merdeka, keadilan yang sejati, keadilan sosial dan supremasi hukum, kebebasan secara komunal, dan devolusi kekuasaan, yang berasal dari pemimpin umat yang dihasilkan oleh pemilu yang bebas, meskipun berlalunya zaman di mana umat melewati kekuasaan liberal, sosialisme atau komunisme, kudeta militer, sehingga kita selalu menghadapi berbagai duri dan benturan, lalu kembali dari awal ..

Demikianlah yang dilakukan oleh pasukan pendudukan asing (imperialis) atas lebih dari 40 negara, yang dipimpin oleh Amerika Serikat yang berhasil menduduki Palestina, Irak, Afghanistan dan Somalia ..

Demikianlah yang terjadi; adanya pangkalan militer AS yang tersebar di seluruh daerah dan negeri yang diduduki pada negara-negara Arab dan Islam dari benua ke benua lainnya melewati Teluk ..

Demkianlah perjanjian perdamaian yang dilakukan pemerintah Islam, dan menempatkan pasukan tentara dan polisi dalam menghadapi rakyatnya sendiri atau terhadap negara tetangganya yang muslim ..

Semua ini, meskipun manifestasi formalnya adalah kemerdekaan; baik media, konstitusi, parlemen, kementerian, dan meskipun semua kesepakatan evakuasi, bahkan telah menguras kekayaan bangsa Arab dan Muslim; individu, pemerintah, lembaga dan perusahaan, hingga tersesat dalam petualangan harta dan terjerumus pada bank-bank konvensional yang selalu mengkonsumsi riba dua kali lipat, menyia-nyiakan harta hingga triliunan bukan miliaran saja, dan kelaparan yang membunuh jutaan Muslim, kamp-kamp penampungan yang diisi negara Muslim dalam kondisi lapar dan kelelahan dari orang tua, wanita dan anak-anak.

Sekalipun demikian, konferensi dan konspirasi yang sering diadakan secara diam-diam pada abad yang lalu dan sekarang diadakan secara terang-terangan, di siang hari bolong, dan dihadiri oleh para pejabat dari anak bangsa kita, para pembuat keputusan yang selalu mengekor pada dikte kekuatan asing; untuk bersekongkol melawan anak bangsa mereka, memberikan dukungan kepada asing untuk melawan orang-orang mereka sendiri. Sungguh menakjubkan sekali!! Dua pertemuan yang dilaksanakan secara bersamaan di London, ibu kota kerajaan Inggris yang masih memainkan peran sebagai penjajah; yang kekuatannya telah hilang dalam memiliki perasaan jutaan umat, namun itulah konspirasi – walaupun semua komisi penyelidikan formal yang tidak melakukan apa-apa – dan kolusi dan mematuhi perintah dari pemimpin baru di dunia; dunia ketidakadilan, tirani dan kesewang-wenangan, untuk mengirim lebih banyak tentara dan menghabiskan lebih banyak uang, tidak untuk tujuan apapun dan bukan untuk alasan apapun, kecuali hanya untuk memotong jalan kebangkitan hakiki di negara Islam, yang dapat dicapai oleh kerja keras anak bangsanya, oleh langkah dan konsep nabinya, dan berjalan sesuai dengan manhaj Islamnya.

Demikianlah dunia – dengan Perserikatan Bangsa-Bangsanya dan komunitas internasionalnya – menampilkan entitas apharteidme dan rasisme yang menjijikkan; menodai tanah Palestina, menghancurkan pohon-pohon zaitun dan kebun-kebun anggur, dan membuat jutaan pengungsi lansia, perempuan dan anak-anak, sementara yang sudah menjadi orang tua tidak menadapatkan kunci rumah mereka sebagai hak warisan yang turun dari generasi ke generasi.

Meskipun semua perbuatan jahat nan keji yang terus dilakukan oleh komunitas jahat, dan seperti yang terakhir mereka lakukan oleh adanya pembunuhan as-syahid, “Mahmoud Abdul-Rauf Al-Mabhuh” di Uni Emirat Arab oleh agen Mossad, yang ikut hadir bersama dengan menteri Zionis yang telah menodai tanah Arab di bawah bendera konferensi internasional, dan menggunakan paspor Eropa, meskipun puluhan resolusi PBB; seluruh dunia – dan besamanya para pemimpin Arab dan Islam yang hina- tidak mampu bersikap tegas menghadapi pendudukan, dan tidak mampu menuntut balas atas kejahatan keji, bahkan tidak mampu menuntut bela terhadap penggunaan fosfor putih yang dilarang secara internasional baru-baru ini yang ditimpakan atas bangsa mereka sendiri, dan yang telah diakui telah digunakan dalam perang di Gaza setahun yang lalu, namun mereka tetap mendukungnya dengan uang dan senjata, peralatan dan pasukan, bahkan mereka tetap percaya dengan jalan damai dan keamanan melalui berbagai kesepatakan dan tembok dinding, serta mereka terus melakukan perlawanan terhadap pasukan perlawanan yang gagah berani dicegah dalam meraih hak mereka yang sah, sehingga mereka –para pemimpin yang mbalelo- terus melakukan berbagai tekanan dan menggunakan kertas tawar-menawar.

Bahwa Hassan Al-Banna tidaklah mati, namun ia tetap ada dari apa yang telah dibina pada penerusnya, meskipun tubuh yang kurus yang terus melakukan safar dan rihlah di jalan Allah telah hancur namun ruhnya tetap ada di tengah para umana (pemimpin) dakwah yang berjuang di seluruh pelosok bumi dalam lima benua.

Peristiwa-peristiwa ini hanya membuktikan kebenaran manhaj dan bersihnya dakwah ini.

Wahai Ikhwanul Muslimin…

Berjalanlah diatas jalan yang penuh keberkahan Allah..

Jadilah kalian orang-orang menepati janji dihadapan Allah..

Pelajarilah dan tadabburkanlah Al-Qur’an sehingga kalian dapat memahami jalan yang harus ditempuh dan yang telah dibuatkan konsepnya, teruslah berada pada sirah Rasul kalian saw sehingga kalian memahami manhaj kalian sebagai aplikasi praktis sirah Nabi saw…

Bekerjalah .. bekerjalah .. Dan bekerjalah .. dan janganlah kalian berputus asa; karena masa depan adalah milik dakwah kalian, dan kemenangan untuk umat kalian ..

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

”Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (At-Taubah:105)

Maha benar Allah yang maha Kuasa atas segala firman-Nya.

sumber

06 February 2010

Friendly Discussion 2


[munir] x tau pergi ke x...

Majlis Kesyukuran..

Assalamualaikum semua
~running short of time to write this~

sepertimana yang telah diposkan di group xgen,
ana dan farhana menjemput semua warga xgen
ke majlis kesyukuran kami sempena khatam Alquran

semoga Allah limpahkan rahmatnya
semoga Allah cucuri keberkatannya
semoaga Allah berikan maghfirahnya
semoga Allah lindungi kita semua
Allahumma ameen..

tarikh: 14 februari 2010
hari: ahad
masa: 12.30 tgh - 5.00 ptg
alamat ;
faizah - 17,jalan sejahtera 19, taman desa skudai (0137750896)
farhana - 25, jalan meranti 3, taman sri pulai (0197293728 / 0132026105)
semua dijemput hadir bagi memeriahkan majlis
siapa yang dapat hadir, bolehlah contact kami ye
wassalam

02 February 2010

Tak Sehebat Mana


(ana minta kepada komen antum yang sudi membaca)
bukan sekadar gambar hiasan

Kadang-kadang Ahmad sakit hati bila membaca apa-apa.

Kadang-kadang Ahmad paksa diri menelaah buku sambil hatinya menyumpah-nyumpah.

Kadang-kadang Ahmad menjerit sendirian apabila dia kurang memahami.

Kadang-kadang Ahmad rasa benci tatkala melayari blog orang-orang.

Kadang-kadang Ahmad dengki dengan pencapaian orang lain.

Kadang-kadang Ahmad minta biarlah orang tersebut kecundang.

Kadang-kadang Ahmad mengulangkaji pelajaran kerana mahu bersaing.

Kadang-kadang Ahmad mahu kelihatan hebat di mata manusia.

Kadang-kadang Ahmad kecil hati kerana dirinya lambat memahami.

Kadang-kadang Ahmad bersyukur dirinya tak sehebat mana.

Kadang-kadang Ahmad nak jadi kaya.

Kadang-kadang Ahmad tak tahu nak buat apa.

Kadang-kadang…

.....

Hadith 13

Daripada Abu Hamzah Anas ibn Malik r.a., khadam Rasulullah SAW, daripada Nabi SAW, Baginda bersabda:

Seseorang kamu tidak benar-benar beriman sehingga dia mengasihi saudaranya sebagaimana dia mengasihi dirinya sendiri.

Hadith riwayat al-lmam al-Bukhari dan Muslim.

.....

Tidak beriman? Pergh, susah, parah! Tidak beriman tu, jangan main-main.

Para ulama berkata bahawa ‘tidak beriman’ yang dimaksudkan ialah imannya tidak sempurna, kerana apabila tidak dimaksudkan sedemikian, maka bererti bahawa seseorang itu tidak beriman sama sekali bila tidak mempunyai sifat seperti itu.

Maksud kalimah ‘mencintai milik saudaranya’ adalah mencintai hal-hal kebajikan atau hal yang mubah. Hal ini ditunjukkan oleh riwayat Nasa’ie yang berbunyi:

“sampai ia mencintai kebaikan untuk saudaranya seperti mencintainya untuk dirinya sendiri,”.

Au kama qaal.

Blh rujuk balik, insyaAllah.

.....

Ana menyesal akhi,

Ada kalanya ana mendengar khabar, akan ada imam baru di masjid yang merdu bacaannya. Hati ana berkata, “alamak, tak ikhlas, buat apa,”.

Kadang-kadang ana tengok orang tu ada motor baru, terdetik dlm hati ini “budget kaya, mintak-mintak accident la,”.

Kadang-kadang kawan ana pandai lebih sikit, terdetik lagi, “perasan bagus, tengoklah final nanti,”.

Sedar tak sedar, itu semua doa.

Doa-doa untuk saudara-saudara kita.

…hmm...

Wallahu a'lam, ana rasa antum semua faham...


- Selesai muqaddimah –


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Ikhwahakhawat

Usrah ana membuatkan ana terfikir, kenapa rukun usrah-usrah kita cuma ada tiga:
  1. Taaruf
  2. Tafahhum
  3. Takaful

Kenapa tidak dijadikan 'hafal 30 juzu' sebagai rukun usrah.
Kenapa bukan, 'baca 10 buah buku fikrah, itu minimum'.
Kenapa 'berkemahiran memberi ucapan / pandai menyampaikan idea' tidak termasuk di dalamnya?

Burp, hmm...

PascaSPM2008-DimanakahKitaSekarang?

Kite perlu mengenali ahli usrah kita, kite kena faham ahli usrah kita bagaimana, kemudian kite perlu tolong dan bantu based on how he or she is (maksudnya berdasarkan kefahaman kita tentang dirinya).

Rukun solat, kalau kurang satu, tak sah solat tuh.

Sama jugak rukun usrah.

Kalau tak cukup perkara-perkara nih, kita tak boleh ah nak mengaku yang kita ade usrah, or halaqah, atau apa-apa lah.

Kenapa ya?

ContohContohContoh

Amar Saadin (nama sebenar) hendak pergi ke usrahnya pada hari-hari tertentu setiap minggu.

Kenapa ya dia pergi?

Theoretically, naqib kita merupakan sort of tali penyambung kita dgn jemaah. Tanpa naqib, usrah itu bukan usrah. Yang conduct sesebuah usrah itu, ya, naqib.

Ikut sunnah Nabi Muhammad Rasulullah s.a.w. mentarbiyah sahabat-sahabat. MasyaAllah, kepekatan di Makkah, penyebaran di Madinah, khulafa’ ar-Rasyidin, sampailah kejatuhan Turki Uthmaniah. Setiap kali pergi ISK mesti nangis.

Tetapi.

Point yang ana nak highlight di sini ialah, pembentukan ukhuwah.

“owh, benda simple je rupanya,”.

Setiap kali kita meminta tolong kepada seseorang ikhwah, janganlah kita merasakan bahawa kita sedang menyusahkannya. Rasailah bahawa kita sedang memberinya peluang untuk menambah pahala.

Setiap kali pertolongan kita diperlukan, janganlah berasa disusahkan. Rasailah bahawa kita sedang membuat amal kebajikan.


Usrah bukannya majlis tilawah, bukannya majlis ilmu (semata-mata).

Buku bukanlah segala-galanya, (tetapi segala-galanya bermula dengan buku).

Hafalan bukanlah segala-galanya, (tetapi hafalan itu perlu).


Jangan kerana orang lain lebih hebat, kita jadi tak hebat.

Jangan kerana orang lain pandai menulis, kita tidak menulis.

Jangan kerana orang lain lebih pandai, kita malas tak nak belajar.

Kalau orang lain semua dah tak ada nanti macam mana?


Ana memohon kepada Allah swt agar diikhlaskan niat sepanjang penulisan ini…
Ana tahu, banyak kesalahan ana dlm text nih, tolong la betulkan, jangan malu-malu, tambah-tambah…


maafkan je la akhi
...assalamualaikum...

[amirS] ana selalu je sakit sekarang, doakan kot
[amirS] sedikit gambar kenangan bersama...

JuscoDuluBukanJuscoSekarang

 

 
KenapaTerkenangTingkatanEmpat?
MukhayamTingkatan2

01 February 2010

citaKu dan citaMu

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum wbt

.. Indahnya ukhuwwah islamiyyah andai yang lupa sering diingatkan agar tiada lubang2 mazmumah yang bakal merosakkan keindahan binaan hidup insan bergelar generasi muttaqeen ..

Ukhtiku,
izinkan diriku melafaz kata hati
yang sudah lama terbuku dan tersirat
namun kini kuingin kau mendengar
jeritan sayu si kerdil, sahabatmu




Ukhti,
pernahkah kau mendengar nama ini?
Zainab binti Jahsyi?
ternyata jawapannya YA
kerana beliau merupakan seorang yang terkemuka
di dalam sirah kekasih kita, Rasululluah s.a.w

Ukhti,
kuingin menjadi sepertinya!
ternyata, kuingin menjadi sepertinya!!

ya, memang kuakui
kutidak mampu menjadi sepertinya seratus peratus
yalah, beliau merupakan antara isteri nabina, Muhammad s.a.w
masakan kulayak bergelar ummul mukminin di zaman ini

namun
apa yang kumahukan?
hanya semangat dan ketekunannya demi Islam yang sangat tinggi


usahanya yang tekun
keringatnya yang mengalir
hembusan nafasnya tanpa rungutan
segalanya menjadi saksi akan pengorbanannya
berkerja keras untuk umat islam sekeliling

walau dirinya dari keturunan bangsawan ternama
namun berusaha mengambil upah menyamak kulit binatang
dan segala upahnya akan diinfaqkan kepada orang islam
sehingga tiada dalam kalangan isteri2 Rasulullah
yang mampu menandingi sikap pemurahnya

segalanya?
ya,ukhti! segalanya..
hidupnya bersederhana namun bahagia
kerana beliau yakin hanya itu yang bakal membahagiakannya di akhirat kelak




Ukhti,
layakkah diriku untuk menjadi sepertinya?
berusaha sedaya upaya demi adDeen tercinta?

walau dikata wanita itu lemah di medan
namun sebenarnya banyak kekuatan yang terselindung di sebalik segalanya
"tangan yang disangka lembut menghayun buaian, ternyata mampu menggoncang dunia mencipta sejarah"

Ukhti,
doakan diriku agar bisa menjadi sepertinya
bekerja hanya untuk Allah Yang Maha Esa

nasihati diriku..
bilakah kuharus mulakan langkahku?

sekarang?
baiklah, kuharus menyusun langkahku sekarang
agar kutidak tergolong dalam golongan yang gagal merancang
yang akhirnya tidak membawaku menuju hasrat murniku

ukhtiku
sampai bila ingin difikirkan jawatan dan kerjaya yang tinggi
yang hanya akan ditinggalkan di dunia sementara ini?
tanpa mengambil kisah sumbangan kita fii sabilillah



jadi ukhtiku sayang
ayuh sama2 kita tanamkan cita
untuk menjadi seperti Sayyidatina Zainab binti Jahsyi
agar setiap tindakan kita kini
hanya bercita kepada matlamat
untuk merebut peluang menegakkan Islam di bumi ini



untuk apa kita tekun berusaha?
agar bisa belajar banyak perkara

untuk apa kita belajar banyak perkara?
agar membolehkan kita memperoleh ilmu dan kemahiran

untuk apa ada ilmu dan kemahiran?
agar kita boleh membantu umat islam yang memerlukan

untuk apa kita bantu mereka?
agar islam bisa dijulang dengan oleh tangan2 kita

untuk apa islam dijulang?
kerana itulah tugas kita diciptakan di atas muka bumi ini

~hakikat sebenar penciptaan manusia hanya untuk menjadi khalifah yang mentadbir alam ini~

tanamkan cita ini, ya ukhti
wassalam


Related Posts with Thumbnails